BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur, terus berburu rekomendasi partai politik untuk bisa maju di Pilkada Kotim apalagi pendaftaran tinggal menghitung hari.
Pengamat Politik dan Hukum di Kabupaten Kotim, Bambang Nugroho Alexander menyebutkan sejumlah nama mengantongi rekomendasi diprediksi besar kemungkinan yang akan bertarung nantinya. Namun dirinya melihat dari nama yang muncul bakal ada pasangan yang tertinggal.
Seperti diketahui sejauh ini yang sudah mengantongi rekomendasi yakni Hj Suprianti- H. Sanidin (Gerindra 5 kursi), M Rudini Darwan Ali-H Samsudin (PAN 6 kursi), H. Halikinnor-Irawati (PDIP 7 kursi) dan HM Taufiq Mukri-H Supriadi (Golkar 6 kursi) serta pasangan yang juga digadang-gadang berpeluang besar dapat rekom partai HM Jhon Krisli-Parimus yang bakal diusung Demokrat (5 kursi).
Bambang menyebut dari pasangan itu belum ada yang mengantongi 8 kursi atau penuhi syarat untuk mencalonkan diri, sehingga sejumlah partai terus diburu seperti Nasdem 4 kursi, PKB 4 kursi, Perindo, Hanura, dan PKS masing-masing 1 kursi yang belum mengeluarkan rekomendasi atau B1KWK.
Bambang menyebut melihat arus dan peta politik tersebut tentunya dari pasangan tersebut ada yang bakal terganjal karena tidak mampu mencari partai koalisinya. Apalagi pertarungan jelang pendaftaraan semakin sengit.
--page
"Apalagi jika isu yang center beredar ada yang bakal memborong sisa partai yang ada. Maka prediksi saya hanya ada 3 atau bisa jadi 2 pasang saja, artinya akan ada bakal calon yang tertinggal nantinya karena kekurangan partai koalisi," tegas Bambang, Kamis, 27 Agustus 2020.
Menurut Bambang untuk pasangan Halikin-Irawati tentunya dibelakangnya adalah Bupati Kotim mengingat Irawati adalah adik kandungnya.
Dikatakannya sejarah 2 periode maju di Pilkada Kotim, Supian Hadi selalu diusung oleh lebih dari 2 partai politik, bahkan belakangan yang ramai diperbincangkan kalau Perindo akan mengusung bakal calon itu.
"Jika pasangan Halikin dan Irawati ini bisa mendapatkan koalisnya 2 partai lagi atau lebih tentunya akan semakin menutup ruang bagi bakal calon lain," tukasnya.
Bambang menyebut Halikinnor-Irawati besar kemungkinan mampu memenuhi 8 kursi, pasalnya dirinya harus mencari kekurangan 1 kursi saja lagi.
--page
Disisi lain dikatakannya PKB sendiri Bambang memprediksi tidak hanya berpeluang mengusung Suprianti-Sanidin saja, namun juga berpeluang mengusung Jhon Krisli-Parimus, apalagi belakangan Jhon Krisli terus meng-upload fotonya bersama petinggi PKB. Selain itu peta Politik di Pilgub Kalteng kemesraan petinggi DPD Demokrat Kalteng dengan Ketua DPW PKB Kalteng H Habib Said Ismail bukan rahasia umum lagi.
"Artinya PKB bisa saja mengusung Suprianti karena latar belakang memang suaminya Rambat politisi PKB atau juga Jhon-Parimus kami lihat juga berpeluang, akan sangat berbahaya bagi Suprianti juga jika tidak mampu mempertahankan PKB, artinya dia harus habis-habisan merebut Nasdem," tukas Bambang.
Sementara itu, Nasdem dirinya melihat juga diburu oleh sejumlah bakal calon, seperti Suprianti, yang mana sebelumnya menjadikan anak kandungnya sebagai kader di partai itu, serta Taufiq-Supriadi yang juga sudah memastikan bakal diusung Nasdem, bahkan di sejumlah spanduknya pasangan ini memasang foto Ketua DPP Golkar dan Ketua DPP Nasdem hingga pasangan Jhon-Parimus, Halikinnor-Irawati juga turut berpeluang merebutnya.
"Pasangan Taufiq -Supriadi juga harus mampu merebut Nasdem jika tidak akan menutup peluang keduanya maju nantinya,"tegasnya.
Selanjutnya, PKS dan Hanura meski memiliki 1 kursi namun juga menjadi rebutan, meski belakangan santer dibicarakan kalau PKS mengusung Rudini-Samsudin, sementara Hanura dalam rekomendasi lalu mengajukan nama Rudini dan Suprianti sebagai bakal calon bupati.
"Jika benar PKS berlabuh ke Rudini-Samsudin, tentunya Hanura harus habis-habisan Rudini-Samsudin merebutnya, untuk mencukupi kekurangan 1 kursi atau dia merebut Perindo yang kemungkinan besar bersaing dengan Halikinnor-Irawati, serta akan sangat berbahaya manakala benar Halikin-Irawati juga ikut memburu Hanura," tegas Bambang. (NACO/B-7)








