PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penguatan literasi di tengah pandemi tidak berhenti. Justru situasi saat seperti ini hendaknya bisa menginspirasi untuk lebih tanggap terhadap masalah yang muncul silih berganti dengan segala dinamikanya.

Kala pandemi covid-19 belum berakhir seperti ini, menguatkan literasi dengan memahami masalah yang mengemuka dan berinisiatif untuk tetap berkarya dengan adaptasi kebiasaan baru adalah wujud dari merdeka belajar.

Para siswa dan guru saat ini harus tetap disiplin belajar dan bekerja meskipun masih harus belajar di rumah dalam kondisi darurat.

Upaya menguatkan literasi dengan mengembangkan sikap tanggap terhadap perkembangan yang terjadi terus dilakukan sebagai bagian menguasai keterampilan abad 21 dan penguatan karakter.

Hal itulah yang bisa digarisbawahi dari kegiatan Workshop Penguatan Literasi SLB Disdikpro Kalimantan Tengah yang bertema "Dengan membaca kita dapat mengelilingi dunia menuju merdeka belajar'.

--page

Kegiatan ini digelar pada 24-26 September 2020 di Hotel Grand Global, Palangka Raya. Ini merupakan kegiatan pertama di luar virtual yang digelar Disdikprov Kalteng sejak masa darurat pandemi.

"Kita semua berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh yang baik dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan  tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jika kita dapat mewujudkan dengan baik, tentu akan mendapatkan respons yang baik dari pengambil kebijakan untuk dapat menggelar kegiatan selanjutnya yang lain," tutur Plt Kadisdik Provinsi Kalimantan Tengah, Mofit Saptono dengan ramah saat menutup kegiatan.

Dari workshop literasi ini dunia pendidikan telah diuji untuk melaksanakan kegiatan dalam tatanan kenormalan baru secara benar.

"Kita juga diuji untuk dapat melihat fakta tentang pembinaan pembinaan pendidikan khusus di Kalimantan Tengah," tegasnya didampingi Kabid Pembinaan Pendikan Khusus, Syafrudin, dan Kasi Peserta Didik dan Pembinaan Karakter Pendidikan Khusus, Juliansyah.

Berkaitan dengan itu, upaya memberikan pembinaan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) agar kelak bisa mandiri terus dilaksanakan.

--page

Upaya memfasilitasi keperluan sekolah dan kemudahan untuk  para guru SLB juga terus dilakukan Disdikprov Kalteng. Ini bisa dipahami bahwa pembinaan SLB juga sama pentingnya seperti pada sekolah normal.

Sementara itu, kegiatan penguatan literasi SLB telah diisi dengan kegiatan workshop cipta/baca puisi dan komik strip. Para peserta kegiatan adalah para siswa SLB dengan didampingi guru pembimbing.

Workshop yang berlangsung di aula hotel tetap berlangsung interaktif dan komunikatif meskipun terasa berbeda. Pengaturan jaga jarak, mengenakan masker, serta senantiasa membersihkan tangan dengan hand sanitizer tetap dilakukan agar tetap menjaga kesehatan.

Bahkan, workshop pun sempat ditinjau langsung oleh Tim Gugus Tugas Percepata Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya. Mereka mengingatkan agar panitia, narasumber, dan peserta kegiatan tetap melaksanakan tugas tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Lomba Cipta/Baca Puisi dan Lomba Komik Strip menjadi rangkaian kegiatan yang cukup menarik perhatian. Berbagai keunikan dan semangat siswa SLB tampak di sini.

--page

Suasana heboh, malu-malu, dan percaya diri yang meluap mengundang decak senyum dan kemeriahan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa mereka punya keinginan yang luar biasa untuk belajar dan mencatatkan prestasi.

Dewan juri cipta/baca puisi, yakni Elsy Suriani, Tri Arfayanti, dan Lukman Juhara tetap semangat dan penuh inisiatif memandu kegiatan worskshop. Pun begitu dengan dewan juri Lomba Komik Strip, yakni, Gilang Rahmawati, Januar Prameshwara, dan Hairunsyah pun dengan kreatif dan sabar mendampingi para siswa SLB menuangkan imajinasinya dalam komik kreatifnya. (TESTI PRISCILLa/B-6)