BORNEONEWS, Sampit - Dermaga atau terminal untuk sandar kapal milik Pertamina Depo Sampit berada di tengah-tengah permukiman penduduk. Sehingga, sangat membahayakan saat melakukan sandar kapal dan lepas kapal.
Hal itu membuat pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, meminta agar setiap nahkoda kapal haru mematuhi SOP pelayaran.
"Saat ini kondisi kiri dana kanan dermaga sudah dipenuhi pemukiman penduduk. Untuk itu harus berhati-hati. Jangan sampai tidak menggunakan pandu dan tidak melaksanakan SOP pelayaran bagi kapal," ujar Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Sampit Baslan Damang, Jumat, 28 Agustus 2020.
Peringatan tersebut dilontarkannya, karena pada Rabu, 26 Agustus 2020 kemaren. Km SPOB Kapuas milik pertamina menyenggol lanting milik warga sekitar, saat lepas landas dari dermaga dengan tujuan Kalimantan Selatan.
Hal itu terjadi, karena pada saat kapal akan melakukan manufer, ternyata angin kencang datang. Karena muatan kosong, kapal terdorong ke tepi, hingga menyenggol lanting warga. Yang mengakibatkan lanting dan kelotok warga rusak.
--page
"Kalau kapal tersebut sudah layak jalan dan dokumen pelayaran untuk keberangkatan juga lengkap. Hanya saja faktor angin yang saat itu kecepatannya mencapai 5 sampai 20 knot," terang Baslan.
Karena hal tersebut, pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh nahkoda kapal yang beroperasi di Sungai Mentaya, agar memperhatikan kondisi cuaca dan selalu berhati-hati. Agar tidak ada permukiman warga yang menjadi korban nantinya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








