BORNEONEWS, Sampit - Kondisi anak perempuan berumur 6 tahun yang menjadi korban kekerasan oleh ibu kandung bersama kekasihnya di Sampit, Kabupaten Kotawaringin (Kotim) sudah membaik, setelah tangan kirinya yang patah dioperasi di Palangka Raya.
"Operasi sudah selesai pada Kamis, 27 Agustus 2020 kemaren, dan alhamdulillah hari ini kondisi korban sudah mulai membaik," ujar Ketua LSM Lentera Kartini Forisni Aprilista yang mendampingi korban, Jumat, 28 Agustus 2020.
Korban sendiri dioperasi di Rumah Sakit Betang Pambelum Palangka Raya setelah dirujuk pada Rabu, 26 Agustus 2020 kemarin. Hal itu dilakukan karena di sana ada dokter ahli ortopedi. Sedangkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit tidak ada.
"Kami mendampingi korban di sini, untuk membantu keluarga korban mengurus segala keperluan anak perempuan tersebut," kata Forisni.
Forisni juga mengatakan bahwa korban saat ini makannya sudah lahap. Bahkan setiap makan sering tambah. Sehingga, dirinya meminta doa kepada masyarakat Kotim, agar korban bisa segera sembuh, dan kembali beraktivitas.
--page
"Besok kalau tidak ada halangan, insyaallah korban sudah bisa pulang ke Sampit. Dan dilanjutkan penyembuhan di Sampit," terang Forisni.
Anak 6 tahun tersebut mengalami luka-luka dan juga patah tangan akibat dianiaya oleh ibunya dan pacarnya. Mereka berdua saat ini sudah ditangkap polisi dan dinyatakan menjadi tersangka atas kasus tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








