BORNEONEWS, Sampit - Tutupnya Ikon Kota Patung Jelawat sejak beberapa bulan lalu akibat pandemi Covid-19 ternyata berdampak signifikan terhadap penjualan pedagang di sekitar areal tersebut. Namun setelah pada Sabtu, 22 Agustus 2020 kemaren dibuka.
Sedikit demi sedikit penjualan pedagang sudah mulai menggeliat kembali. "Tutupnya Ikon Jelawat sangat berpengaruh terhadap pendapatan kami, karena daerah sekitaran jadi sepi," ujar Adam, salah seorang pedagang pakaian di sekitar Ikon Jelawat, Jumat 28 Agustus 2020.
Dia mengatakan sejak ditutupnya tempat pariwisata tersebut, dalam sehari penjualannya sangat menurun. Bahkan hanya ada 1-3 pakaian saja yang terjual.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pada saat hari normal. Karena penjualan bisa 3-4 kali lipat dibandingkan Ikon Jelawat tutup.
"Kami sangat bersyukur dengan dibukanya kembali Ikon Jelawat ini. Karena dalam beberapa hari terakhir ini saja, penjualan sudah mulai mengalami peningkatan," katanya.
--page
Dia berharap agar trobosan yang diambil Pemerintah Kotim saat ini bisa memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Karena beberapa bulan terakhir saat pandemi Covid-19 terjadi. Penurunan ekonomi mereka sangat terasa. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








