SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kalangan pemuda di Kabupaten Kotawaringin Timur didorong untuk merintis karir sebagai wirausaha, sehingga tidak berpikir lagi untuk menjadi seorang aparatur sipil negara.

Di tengah kondisi seperti saat ini, Anggota Komisi I DPRD Kotim, Khozaini  mendorong agar  pemuda di Kabupaten Kotim tidak hanya berorientasi untuk menjadi ASN saja. Pasalnya dari tingkat kebutuhan ASN sangat sedikit dibanding mereka yang  menanti iku tes ASN.

Politisi Hanura ini menyebutkan, dengan pola pikir demikian tidak sedikit  akhirnya sarjana yang lulus, memilih untuk tidak bekerja alias menganggur. Padahal bisa berkarir dibidang lain selain jadi ASN.

"Saya justru menyarankan kaum muda merintis karier sebagai wirausahawan atau enterpreneur yang mandiri," katanya, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Menurutnya 10-20 tahun silam, 70% mahasiswa masih bercita-cita menjadi ASN. Pasalnya, data mengatakan bahwa tiap tahun di Indonesia ini lulusan sarjana kira-kira hampir 1 orang di 4.500 universitas dan perguruan tinggi di Indonesia.

--page

”Setiap tahun di Kotim banyak sarjana, tetapi ternyata mereka banyak juga memilih untuk tidak bekerja, alasannya hanya menunggu  penerimaan ASN, nah ini pola pikir lama, mestinya harus tetap berkarier di bidang lain,” tukasnya.

Ia menilai harapan untuk bekerja di pemerintahan  dengan kondisi sekarang ini  sangat kecil. Hal ini terjadi karena pemerintah mengurangi porsi tenaga administrasi yang digantikan oleh komputer. 

Pola demikian terus berinovasi hingga akhirnya nanti segala pekerjaan adminitrasi manusia digantikan sepenuhnya oleh mesin. 

Maka dari itu kata dia mulai di bangku sekolah hendaknya  generasi muda ini tidak lagi diarahkan untuk menjadi PNS saja. Tapi bagaimana mereka bisa menjadi pengusaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya. (NACO/B-5)