TEMPO.CO, Jakarta - La Liga, operator kompetisi Liga Spanyol, ikut bersuara soal konflik Lionel Messi vs Barcelona. Mereka menilai klausa pelepasan 700 juta euro (Rp 12 triliun) yang ada di kontrak tetap valid dan harus dibayar bila kesepakatan diakhiri secara sepihak.
Hal itu terpapar dalam pernyataan yang mereka keluarkan, Ahad, yang juga menyertakan landasan hukum di balik pandangan mereka.
"Kontrak saat ini sedang berlaku dan berisi 'klausul penghentian' yang tetap berlaku jika Lionel Messi memutuskan untuk mendesak pemutusan kontrak sepihak lebih awal, sesuai dengan pasal 16 Keputusan Kerajaan 1006/1985, tanggal 26 Juni, yang mengatur hubungan kerja khusus atlet profesional."
"Sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan mengikuti prosedur yang sesuai dalam kasus ini, La Liga tidak akan menjalankan proses bagi seorang pemain untuk didaftarkan ulang kecuali mereka sebelumnya telah membayar jumlah klausul tersebut."
Diketahui, pekan lalu Lionel Messi sudah menyatakan hasratnya untuk hengkang dari Barcelona. Ia ia pergi dengan status bebas transfer seperti yang diatur dalam kontraknya. Klausul untuk pergi dengan status free transfer itu sudah kadaluarsa pada Mei lalu.
--page
Namun Messi dan para pengacaranya yakin, klausul itu otomatis diperpanjang seiring molornya kompetisi karena pandemi virus corona.
Barcelona sendiri bersikukuh, klausul tersebut itu sudah kadaluarsa dan pasal pelepasan senilai 700 juta euro untuk pemain itu tetap berlaku.
Messi menujukkan kebulatan tekadnya untuk pergi dari Barcelona dengan tak menghadiri swab test yang dilakukan tim Ahad kemarin, sebagai persiapan untuk melakukan latihan pada Senin ini.
Manchester City, Inter Milan, Paris Saint-Germain, dan Juventus saat ini disebutkan meminati Messi, namun gajinya yang besar menjadi hambatan besar dalam negosiasi bahkan sebelum biaya transfer dipertimbangkan. (TERAS.ID)








