BORNEONEWS, Sampit - Beberapa ekor beruang madu diduga memakan ternak warga jenis ayam dan juga merusak dinding rumah warga Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang di dalamnya ada sarang madu kelulut.
"Kami mendapatkan laporan dari Sekretaris Desa Eka Bahurui, ada beruang yang ganggu pemukiman warga," ujar Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin 31 Agustus 2020.
Dinding rumah warga yang dirusak sendiri berkontruksi kayu, sehingga bisa dengan mudah dibuka oleh hewan tersebut dan mengambil madu yang ada di dalamnya.
Begitu juga dengan ayam peliharaan warga yang dimangsanya. Laporan dari warga langsung ditindaklanjuti.
Saat di lapangan benar-benar ditemukan adanya jejak dan bekas cakaran beruang yang diduga lebih dari 1 ekor.
--page
Hal ini dibuktikan dengan adanya cakaran di beberapa batang pohon sekitar. Begitu juga bekas buah-buahan yang telah dimakan beruang.
"Di sekitar lokasi, beruang itu juga merusak dan memakan tanaman buah naga, nanas, nangka, sirsak, pisang dan kelapa milik warga," katanya.
Gangguan beruang ini sudah terjadi sekitar 2 bulan terakhir. Hal itu membuat masyarakat sekitar khawatir, menjadi korban serangan hewan tersebut. Apalagi, beruang sering menampakkan diri pada siang hari. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








