BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penginputan nomor handphone peserta didik ke dalam Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), guna mendapatkan Subsidi Kuota Internet di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) proses penginputan tengah berjalan, namun alami beberapa kendala.
Kepala Dinas Dikbud Kobar Rosehan Pribadi melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Muhammad Alamsyah mengatakan, sejumlah kendala dialami dalam penginputan nomor peserta didik, untuk dimasukan ke dapodik oleh satuan sekolah.
"Pada awalanya informasi Kebijakan kemendikbud ini kita menerima surat pada 28 Agustus 2020, untuk mengisi no Hp pada Dapodik, sangat mepet waktunya bila akhir penginputan pada 31 Agustus 2020. Alhmdulillah kini waktunya ditambah sampai 11 September 2020," ujarnya, kepada Borneonews saat ditemui di Kantor Disdikbud Kobar, Senin, 31 Agustus 2020.
Selanjutnya, saat satuan pendidikan menginput nomor peserta didik. Ada kendala pada linknya. Jadi link Dapodik trouble tidak bisa dibuka, kemungkinan servernya down.
"Sebagian kecil satuan pendidikan di Kobar sudah ada yang melakukan pengisian, namun ada kendala atau trouble linknya kemungkinan servernya down karena dalam bersamaan, hampir semua satuan pendidikan se Indonesia menginput data," ungkapnya.
--page
Kata dia, penyaluran informasi juga menjadi kendala. Terutama kesatuan pendidikan di Kobar yang wilayahnya berada di pelosok atau blank spot.
Ditambah, saat ini satuan pendidikan tengah sibuk dan fokus dalam kegiatan BOS tahap 3 dan Dapodik, sampai pertanggal 31 Agustus 2020 ini harus selesai. Kalau dua item itu tidak selesai per 31 Agustus 2020, resikonya sekolah tidak mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah atau BOP.
"Sekolah sedang sibuk - sibuknya mengurus hal lain. Seperti kegiatan Bos penyaluran tahan ke 3. Serta penyinkronan Dapodik guna menjadi dasar kementerian memberikan kuota Per Satuan pendidikan itu, untuk tahap 3 dan ke tahap 1 dan 2 di tahun 2021. Kemungkinan penginputan nomor peserta didik akan dilakukan besok hingga 11 Sepetember 2020," tuturnya. (DANANG/B-5)








