PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Petani yang mengembangkan  varian Jeruk Chokun atau Jeruk Madu Thailand rasanya sangat manis dan berair banyak, saat ini hanya 5 orang saja yang mengembangkan di Indonesia.

Ternyata, perkebunan jeruk chokun yang luasan lahan pengembangannya terbesar di Indonesia berada di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Yakni dikembangkan oleh Wayan Supadno. Pria kelahiran Banyuwangi, 20 Juni 1967 itu mengembangkan varian jeruk tersebut di kebunnya, RT 12, Desa Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan (Arsel).

Ditemui di kebunnya, Selasa, 1 September 2020, Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang dulunya bertugas di Puskes Mabes TNI dengan pangkat terakhir Mayor ini menceritakan kenapa ia mengembangkan varian jeruk chokun tersebut di Kobar.

"Pengembangan jeruk chokun ini saya mulai sekitar 5 tahun lalu. Karena jeruk chokun yang awalnya dikembangkan di Thailand ini cocok ditanam di daerah tropis, beriklim panas dan dataran rendah," jelas Wayan Supadno.

--page

Selain itu, menurut Wayan Supadno, rasa jeruk tersebut cenderung disukai oleh individu yang bermukim di daerah tropis.

"Karena jeruk ini lebih manis dari jenis jeruk lainnya dan berair lebih banyak. Sehingga terasa sangat segar bila dikonsumsi saat cuaca panas," bebernya.

Wayan Supadno menceritakan, dari 17 hektar lahan pengembangan jeruk miliknya, saat ini sudah 12 hektar yang sudah ditanami jeruk serta membuahkan hasil.

"Untuk satu musim panen sekitar 8 bulan, kebun jeruk yang saya kembangkan mampu menghasilkan sekitar 125 ton dengan pendapatan sekitar Rp 1,3 miliar. Penjualan saat ini masih seputar Kabupaten Kobar, lantaran banyak pedagang jeruk yang langsung membeli dari kebun saya ini," tutur Wayan Supadno. (WAHYU KRIDA/B-7)