JAKARTA –

TEMPO.CO, Jakarta - Sampai hari ini, Selasa 1 September 2020, direksi FC Barcelona, menurut Marca English, belum satu suara soal masa depan Lionel Messi. Hal itu terjadi hanya beberapa hari sebelum presiden klub, Josep Maria Bartomeu, dan ayah dari Messi sekaligus agennya, Jorge, dijadwalkan bertemu di ibukota Catalan itu.

FC Barcelona sudah menegaskan bahwa Messi tidak akan dijual kecuali ada klub yang bersedia membayar klausul pelepasan kontraknya senilai 700 juta euro atau sekitar Rp 12 triliun.

Tapi, dikabarkan tidak semua anggota direksi tim berjuluk The Blaugrana itu senang dengan keputusan mematok klub lain harus membayar 700 juta euro untuk bisa mendapatkan pemain terbaik dunia enam kali yang kini sudah berusia 33 tahun itu.

Anggota direksi Barcelona yang tidak senang dengan patokan harga itu meyakini bahwa harus ada pendekatan yang lebih logis untuk bisa menjual bintang Argentina ini dengan harga yang lebih realistis. Hal ini mempertimbangkan bahwa sang pemain sudah meminta pindah dari Barcelona.

Pihak Lionel Messi sebelumnya berpendapat dalam pembaruan kontrak terakhir pada 2017 yang mengambil durasi sampai 2021 ada klausul yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk meminta hengkang dengan status bebas transfer. Tapi, FC Barcelona klausul itu sudah tidak berlaku setelah 10 Juni 2020.

--page

Pandemi virus corona memang membuat kompetisi musim 2019-2020 mulur sampai Agustus dan ini yang menjadi dasar perbedaan pendapat antara pihak Messi dan Barcelona dalam memandang klausul bisa pindah dengan status bebas transfer itu.

Tapi, jika Barcelona bersikeras pada harga 700 juta euro dan kemudian terjadi kebuntuan, seiring waktu berjalan, Lionel Messi bisa meninggalkan Camp Nou tahun depan, dengan status bebas transfer seusai masa kontraknya habis.

Itu sebabnya, sejumlah media olahraga di Spanyol, juga menyajikan analisis bahwa direksi Barcelona memang bertekad untuk menjual Lionel Messi ketika sudah berada di senja karier dan nilainya belum melorot jauh.

Penjualan Lionel Messi dipandang akan menolong situasi keuangan FC Barcelona pada masa pandemi virus corona. Selain itu, hal tersebut untuk menebus kerugian Josep Maria Bartomeu dan kawan-kawan ketika mengeluarkan uang besar untuk Philippe Coutinho dan beberapa pemain lain, tapi kemudian kurang memberikan kontribusi buat Barcelona.

Josep Maria Bartomeu mesti bisa menyatukan pendapat di antara anggota direksi FC Barcelona secepatnya sebelum kedatangan Jorge Messi. Tapi, ada isu bahwa sebenarnya Bartomeu sudah siap dengan harga jual lebih rendah untuk Messi yaitu sekitar 230 juta euro.

Dari sisi analisis bisnis, dikabarkan ada semboyan: Lionel Messi lepas semua senang, kecuali suporter Barcelona. Messi juga akan mendapatkan bagian uang, jika ia dijual tahun ini dan bukan tahun depan.

(TERAS.ID)