BORNEONEWS, Pulang Pisau - Jalan menuju ke Desa Cemantan Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau terputus karena beberapa aliran sungai tak ada jembatan, sehingga untuk sampai ke Desa Cemantan saat ini tidak bisa dilalui melalui jalur darat.
Meski badan jalan sudah ada, namun kondisinya masih berupa tanah, sehingga ketika hujan jalannya menjadi becek dan lengket.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pulang Pisau, Usis I Sangkai mengatakan, perbaikan infrastruktur jalan menuju ke Desa Cemantan itu memerlukan dana yang sangat besar agar bisa sampai fungsional jalan menuju ke Desa Cemantan itu butuh dana ratusan miliar.
"Perkiraan sekitar Rp 200 miliar baru bisa fungsional jalan ke Cemantan itu," kata Usis, Rabu, 2 September 2020.
Besarnya dana yang dibutuhkan itu untuk infrastruktur ke Cemantan itu dikarenakan banyak item yang harus dikerjakan.
--page
Seperti melakukan pembersihan jalan, melakukan pengerasan jalan dan membangun jembatan-jembatan di sepanjang jalan yang terputus aliran sungai.
"Jadi pasti butuh dana sangat besar sekali. Sehingga harus diselesaikan secara bertahap," jelasnya. Tapi dana yang masuk untuk infrastruktur ke wilayah Kecamatan Kahayan Kuala ini cukup banyak. Seperti dari Desa Tanjung Perawan itu ada sekian miliar yang digelontorkan. (M.BADARUDIN/B-6)








