BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur menggelar rapat evaluasi bersama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan atau TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu, 2 September 2020.
Kepala Dinas Pertanian Barito Timur Riza Rahmadi menjelaskan, rapat evaluasi itu dilakukan untuk optimalisasi reproduksi sapi maupun kerbau di Kabupaten Barito Timur.
"Hingga saat ini telah dilakukan inseminasi buatan atau kawin suntik sebanyak 150 ekor, pemeriksaan kebuntingan 120 ekor dan kelahiran mencapai 150 ekor," kata Riza di kantor Dinas Pertanian Barito Timur.
"Sedangkan target untuk tahun 2020, inseminasi buatan 332 ekor, pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran 300 ekor," lanjutnya.
Menurut Riza, untuk mengejar target tersebut pada sisa waktu beberapa bulan ini, dinas pertanian akan memberdayakan petugas penyuluh lapangan atau PPL pada sentra-sentra peternakan sapi dan kerbau.
--page
"Kita akan maksimal kerja PPL yang ada di desa sentra ternak sapi dan kerbau seperti Tangkum, Sumber Rejo, Luau Jawuk dan Siong," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan Optimalisasi Reproduksi Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Togar S Parulian berharap, dengan evaluasi yang dilakukan, semua tim yang digerakkan Kabid Peternakan Dinas Pertanian Barito Timur dapat bekerja untuk mencapai target reproduksi tahun 2020.
"Ini untuk menunjukkan kebersamaan kita dengan petani peternak saat pandemi covid-19 serta menjadi bukti kepedulian kita dalam peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau," kata Togar.
"Kita akan mencari solusi bersama untuk mencapai target tersebut dan berharap pandemi covid-19 ini tidak menjadi penghalang," pungkasnya. (BOLE MALO/B-7)








