BORNEONEWS, Muara Teweh - Untuk mengatasi kekurangan air bersih pada musim kemarau, Desa Sei Liju, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara membangun embung air. Embung ini sebagai salah satu cara mengatasi kekurangan air di wilayah pedesaan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD), Eveready Noor mengatakan, khususnya di areal pedesaan, permasalahan air menjadi momok tersendiri dalam penyedian air bersih selama musim kemarau.
"Permasalahan kesulitan mendapatkan air bersih ini dapat diatasi dengan cara membangun embung air," ungkap Eveready Noor, Minggu 6 September 2020.
Menurutnya, air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai kebutuhan rumah tangga disamping untuk lahan pertanian. “Bentuk embung yang digunakan ada yang berbentuk bendungan dan ada juga yang berbentuk kolam penampungan air serta dari sumber air,” kata dia.
Embung dengan sistem bendungan air sungai itu memiliki ketinggian air sekitar 6 meter, lebar 8 sampai dengan 10 meter, panjang kurang lebih 100 meter.
--page
“Pembangunan embung air di Sei Liju ini disamping untuk lahan pertanian, juga untuk rumah tangga dan lainnya. Pembiayaannya bersumber dari dana desa (DD) dan partisipasi masyarakat lain setempat,” kata Eveready Noor.
Ia juga mengatakan banyak desa-desa di daerah ini yang sudah membuat embung air berupa kolam-kolam seperti Desa Liju, Desa Mapuak II, Desa Sei Rahayu I, Desa Bintang Ninggi II dan bahkan ada beberapa desa yang mendapatkan air bersih dari sumber mata air pegunungan. Seperti Desa Pendreh dan Dusun Pararawen Kecamatan Teweh Tengah. Sedangkan untuk sumur bor ada di Desa Bangahon. (RAMADHANI/B-7)








