BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kobar menggeruduk kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu, 9 September 2020. Kedatangan mereka terkait sikap Kepala Dinas PUPR, Juni Gultom yang dinilai kasar terhadap admin kontraktor yang mengurus administrasi kontrak kerja.
Ketua Gapensi Kobar Arief Asyrofi mengatakan, setelah menemui dan meminta klarifikasi pada Kadis PUPR Kobar dan jajarannya, permasalahan ini sudah dianggap selesai dan yang bersangkutan juga telah meminta maaf.
"Awal permasalahan ini terjadi Selasa, 8 September 2020. Waktu itu, staf admin perusahaan konstruksi sedang berada di ruangan Cipta Karya, sedang mengurus administrasi proyek. Saat itu, Pak Juni sedang melakukan sidak dan menemukan adanya staf admin yang berada di ruangan tersebut," jelas Arief Asyrofi.
Arief Asyrofi melanjutkan, Kadis PUPR kemudian memberikan teguran keras dan dianggap kasar serta mengusir staf admin perusahaan konstruksi.
"Hal ini juga berlanjut dan menimpa staf admin yang mengurus administrasi proyek di ruangan Bina Marga. Merasa diusir, para staf admin kemudian melaporkan hal ini pada pimpinannya,"
--page
"Menyikapi hal tersebut, para pimpinan perusahaan konstruksi datang ke kantor Gapensi Kobar dan menyampaikan masalah ini. Karena dalam pengurusan administrasi proyek, tentunya mereka mau tidak mau harus mendatangi ruangan di kantor tersebut untuk mengurus proyek. Bila kondisi ini berlanjut, tentunya akan menghambat kelancaran proses administrasi yang berpengaruh pada pekerjaan fisik di lapangan," jelas Arief Asyrofi.
Setelah mendatangi dan meminta klarifikasi pada yang bersangkutan, lanjut dia, akhirnya permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan baik.
"Pak Juni juga menyampaikan bahwa selama beberapa hari belakangan ia sempat terbebani secara mental lantaran wajib menjalani isolasi atas perintah tim gugus covid-19. Kemudian ia melihat adnya staf admin perusahaan konstruksi di kantor dan memberikan teguran, karena adanya aturan baru pengurusan administrasi proyek yang sesuai dengan protokol kesehatan. Namun diakuinya cara penyampaiannya saat itu yang kurang tepat. Setelah mendapatkan penjelasan dan alasannya, kami bisa menerima ," ungkap Arief Asyrofi.
Terpisah, Kadis PUPR Kobar Juni Gultom menjelaskan terkait pertemuan dengan pihak kontraktor tersebut. "Itu pertemuan dengan mitra kerja untuk kesepahaman pelayanan di tengah pandemi covid-19. Kita berbenah bersama menerapkan protokol kesehatan dalam pelayanan," ucapnya.
Juni Gultom menuturkan, dalam rangka pelayanan kepada mitra, PUPR Kobar sudah menyiapkan dua layanan terpisah.
--page
"Tempatnya di hall gedung Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta pintu layanan Cipta Karya. Tujuannya agar admin perusahaan konstruksi yang mengurus administrasi tidak perlu bertemu secara fisik dengan staf, namun cukup dimasukkan ke loket," jelas Juni Gultom.
Nantinya, tambah dia, ada staf PUPR yang mengurus administrasi tersebut di dalam ruangan, terkait tanda tangan sampai proses pencairan selesai.
"Jadi sistemnya one stop service. Tujuannya supaya tercipta pelayanan prima dengan memperkecil pertemuan pertemuan atau kontak fisik sesuai protokol kesehatan," jelasnya.
Menurut Juni Gultom, setelah mendapat penjelasan tersebut, mitra kerja memahami dan apresiasi langkah yang diambil oleh dinas PUPR.
"Kami tetap memberi pelayanan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan bersama," tuturnya. (WAHYU KRIDA/B-7)








