SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kasus penggelapan palm acid oil (PAO) atau Miko dengan tersangka M Antoni membuat pihak korban mengaku rugi mencapai miliaran rupiah.

 

Wanto penanggung jawab lapangan dari CV Mas Borneo atau korban menyebutkan penggelapan Miko tersebut tidak hanya terjadi sekali itu saja namun sudah berulang akan tetapi sering kali dimaaafkan.

 

Miko milik korban Mujiono direktur CV Mas Borneo itu dijual dengan PT Pesud dan PT Indo Energi Sulution.

 

Da berharap kasus ini tidak hanya sampai pada masalah penggelapan saja, tapi bisa dikembangkan lagi oleh pihak kepolisian jika ada dugaan keterlibatan pihak lain.

 

Karena menurutnya mereka tidak ada melakukan kontrak kepada pihak lain selain CV Cahaya Oil Insani (COI) yang berlokasi di pelabuhan milik H Bahtiar. Saat ditanya apakah ada dugaan perkara penadahan dirinya mengaku tidak bisa menegaskannya.

 

--page

"Kalau dianggap dalam kasus ini ada penadah saya tidak berani menyebutkannya karena saat itu polisi menyebutkan perkara ini masuk dalam kategori penggelapan, namun barang tersebut sudah diterima oleh PT Pesud melalui PT Indo Energi Solution," tukasnya.

 

Mujiono melapor anak buahnya M Antoni lantaran berani menjual Miko itu ke pengusaha lain, dan perbuatannya itu dilakukan di pelabuhan pemkab di Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim.

 

Penggelapan Miko itu berawal saat diangkut dari kawasan PT Agro Wana Lestari dan sesuai kontrak harus diantar ke pelabuhan H Bahtiar atau kepada CV Cahaya Oil Insani.

 

Tapi 2 buah tangki Miko itu dialihkan dengan pembeli lain oleh tersangka tanpa sepengetahuan atau seizin bosnya yang akrab disapa Pak Muji tersebut pada Rabu, 2 September 2020 dengan truk tangki KH 9265 FE dan KH 8407 FN 

 

"Saat itu ketahuan ketika loading tidak berjalan dan dilakukanlah pengecekan di timbangan dari timbangan itu tertera barang yang dikirim dari pihak PT AWL tidak mengarah ke pelabuhan sehingga diperintahkan di cek dan ditemukan di pelabuhan Pemkab dan itu sudah seringkali dan juga sudah berapa kali dimakan dan saya sebagai kawan sudah sering kali mengingatkan," ucapnya. (NACO/B-6)