BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga di Kecamatan Antang Kalang terdampak banjir mengungsi ke dataran yang lebih tinggi dengan membangun tenda, karena rumah mereka sudah terendam air sehingga tidak memungkinkan untuk ditinggali.
"Sebagian warga harus mengungsi dan membangun tenda sendiri di dataran tinggi," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Rino Heriyanto, Jumat, 11 September 2020.
Hal itu dilakukan oleh warga sejak terjadi banjir beberapa hari lalu. Hal itupun terlihat sangat miris. Karena mereka hanya menggunakan tenda seadanya yang terbuat dari terpal.
"Tenda yang dibangun hanya seadanya saja, sehingga sangat kasihan melihatnya," kata Rino.
Saat ini, banjir di Kecamatan Antang Kalang yakni Desa Tumbang Kalang sebanyak 96 rumah, Tumbang Ramei 15 buah rumah, dan Desa Sei Puring 25 rumah.
--page
Sedangkan jumlah kepala keluarga yang terdampak dari banjir tersebut yakni Desa Tumbang kalang 30 KK, Desa Kuluk Telawang 20 KK, Desa Tumbang Manya 30 KK, dan Desa Sei Hanya 30 KK. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








