PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hari pertama pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Sport Center Pangkalan Bun ternyata tak semua pedagang merasakan manfaaatnya, lantaran dinilai penempatan lokasi UMKM kurang tepat, sehingga sepi pembeli.

Kondisi ini diungkapkan pedagang baju bernama Yani. Ia menilai penempatan lapaknya kurang tepat, sehingga sedikit orang pengunjung CFD yang membeli.

"Kalau lapaknya seperti ini yang melintas atau lewat aja sepi apalagi yang beli mas," keluhnya saat dibincangi Borneonews, Minggu 13 September 2020.

Pantauan Borneonews memang posisi lapak pedagang ini berada jauh dari pintu masuk Sport Center dan tidak beraspal, sehingga jarang pengunjung yang melintas.

Yani menambahkan saat dilakukan pemetaan lokasi penempatan UMKM, penitia pelaksana tidak melibatkan para pedagang, sehingga tidak mengerti seperti apa lokasi atau penempatan pedagang yang setrategis.

--page

"Kami tidak dilibatkan saat penetuan tempat, saya kira semua pedagang berada di pinggir jalan, ternyata ada yang di depan dan ada yang didalam seperti ini," ungkapnya.

Kelurahan serupa juga diuangkapkan pedagang sayur, Dia menilai ini salah penempatan pedagang, sehingga jualan sepi.

"Biasanya kalau CFD saya bawa 100 lontong, ini cuman bawa 50 lontong tidak habis. Yang lewat saja tidada ada, untung hari ini tidak bawa lontong banyak. Kasian yang belakang sana sama sekali ga ada laku," ungkapnya.

Para peragang berharap ada evaluasi kedepannya, mengingat tujuan diadakannya CFD ditengah pandemi Covid-19 untuk menumbuhkan ekonomi para UMKM.

"Kita berharap CFD yang akan datang, pengaturan lapaknya tidak seperti ini. Lebih baik memanjang namun berjarak, sehingga semua terlintasi oleh pengunjung CFD," tuturnya. (DANANG/B-6)