BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lantaran sang ibu tertidur usai kelelahan setelah bekerja di kebun sawit, seorang anak berkebutuhan khusus sejak Jumat 11 September 2020 sekitar pukul 22.30 WIB hilang dari pantauan orangtuanya.
Ibu korban waktu itu bekerja di sekitat 5 km dari badan Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Km 3. Anak yang hilang tersebut bernama M. Fildun berusia 9 tahun. Mereka merupakan warga warga RT 4 Kelurahan Raja Seberang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Koordinator Pos SAR Pangkalan Bun Ridwan, menjelaskan pasca menerima laporan dari keluarga korban Minggu, 13 September 2020, pihaknya bersama instansi terkait langsung mendatangi TKP untuk melakukan pencarian.
"Berdasarkan penjelasan orang tua anak yang hilang, tanggal 11 September 2020 bocah tersebut mengikuti ibunya ke pondok disekitar kebun kelapa sawit untuk beristirahat," jelas Ridwan.
Menurut Ridwan, setelah itu ibu korban tertidur dan pada saat pagi hari perempuan itu tidak menemukan anaknya di dalam pondok.
--page
"Dari penuturan sang ibu, diduga di korban keluar pondok pada pukul 22.30 WIB. Keluarga kemudian sempat melakukan pencarian anak berkebutuhan khusus ini. Lantaran masih tidak ditemukan beberapa hari kemudian keluarga melaporkan hal ini pada pihak berwajib hingga laporan jug a diterima oleh Pos SAR Pangkalan Bun," jelas Ridwan.
Ridwan menjelaskan, sekitar 35 orang tim gabungan turut serta dalam pencarian yang dimulai sejak pukul 07.38 WIB.
"Selain Pos SAR Pangkalan Bun, pencarian ini juga diikuti oleh BPBD, Tagana dan PMI Kobar, Babi Kamtibmas Raja Seberang, keluarga kirban dan masyarakat setempat. Walau demikian pencarian hari ini masih belum membuahkan hasil. Rencananya pencarian bakal dilanjutkan Senin, 14 September 2020," jelas Ridwan. (WAHYU KRIDA/B-5)








