SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini mengatakan, perlu adanya keterbukaan atas informasi penyebaran Covid-19 di Kotim. 

Hal ini agar  masyarakat lainnya bisa waspada dan memetakan secara mandiri guna terhindar dari penularan wabah tersebut.

Dengan tidak adanya keterbukaan selama ini dirinya menilai kinerja gugus tugas Covid-19 Kotim terlalu tertutup soal informasi Covid-19.

“Di daerah lain gugus tugas terbuka dan membuka data lokasi sebaran positif Covid-19. Sehingga masyarakat bisa melakukan langkah antisipasi mandiri, karena mengetahui lokasi sekitar yang terpapar,” kata Khozaini, Minggu, 13 September 2020.

Menurutnya jika informasi tertutup bagaimana masyarakat bisa mengantisipasi. Karena yang dilindungi itu juga adalah masyarakat lainnya.

--page

Publik menganggap penyakit ini bukanlah aib tetapi harus ditangani dan dicegah bersama. Sementara satgas masih merahasikan data yang sudah terinfeksi secara mendetail

Masyarakat saat ini resah, apalagi melihat angka warga tertular semakin bertambah, begitu juga dengan sebarannya. Dengan dibukanya data itu akan semakin menambah sikap antisipasi warga sekitar agar menjaga diri mereka.

Setidaknya kata dia, dengan identitas mereka yang terpapar disampaikan maka bisa menekan adanya infeksi lebih luas.

Khozaini meyakini jika warga mengetahuinya, mereka tidak akan bersikap anarkis kepada mereka yang dinyatakan positif itu. Karena mereka sudah diberi pemahaman.

--page

Sebaliknya, jika didiamkan khawatirnya masyarakat yang resah akan terluap emosinya. Sehingga jika tahu ada positif Covid-19 di sekitar, mereka bisa sampai melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. (NACO/B-5)