PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Yusmansyah, warga Dusun Suayap, Desa Umpang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat ini sempat mengalami keterpurukan ekonomi saat menjadi penambang emas liar.

Namun, itu mulai berubah setelah ia menjalin kemitraan plasma sawit dengan Citra Borneo Indah (CBI) Group.

"Sebelumnya saya kerja sebagai penambang emas liar selama 12 tahun. Namun penghasilan tidak menentu. Kadang saya bisa mendapatkan keuntungan, kadang tidak," jelas Yusmansah, Senin, 14 September 2020.

Bahkan Yusmansah sempat berurusan dengan hukum saat melakukan aktivitas illegal tersebut.

"Mungkin saat itu saya sedang sial, hingga terjaring razia polisi. Saya juga menyadari bahwa profesi yang dilakukan saat itu berlawanan dengan hukum. Sehingga setelah permasalahan selesai, saya meninggalkan profesi menambang ilegal ini," jelas Yusmansah. 

--page

Setelah itu, Yusmansah dan rekannya mantan penambang emas liar akhirnya mendapatkan kesempatan untuk maju secara ekonomi.

"Sejak 5 tahun lalu saya diajak menjadi mitra plasma CBI Group.  Alhamdulillah sejak adanya plasma yang dibangun manajemen CBI ini, kami memiliki pekerjaan baru yang menjanjikan dan tidak berlawanan dengan hukum. Sekarang ini daya memiliki lahan garapan sawit seluas 5 hektare," katanya.

Yusmansah menjelaskan manfaat yang dirasakannya selama menjadi mitra plasma CBI Group.

"Dulu saya  tidak pernah mengenal berbagai hal tentang sawit. Tetapi sejak adanya kemitraan plasma, saya dan rekan-rekan mengerti terkait budidaya tanaman sawit. Bahkan saat ini sudah menerima serta merasakan hasilnya," jelas dia.

Dia juga memaparkan bentuk peningkatan ekonomi yang dirasakannya sejak beralih menanam sawit bermitra dengan CBI Group.

--page

"Setelah bermitra selama 5 tahun, saat ini  saya sudah memiliki mobil. Dua anak saya sudah sekolah semua. Kemudian penghasilan tetap yang saya dapatkan dari kebun sawit berkisar antara Rp  6 - 7 juta per bulan," katanya.

Selain itu, lanjut Yusmansah, perhatian dari CBI Group bukan hanya pada para mitra plasma saja.

"Perhatian dari perusahaan di desa dan dusun sekitar perusahaan sangat banyak. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga. Sebagai contoh, bantuan sosial kerap kami dapatkan dari CBI Group seperti sapi saat Idul Adha, perbaikan jalan desa, bantuan Corporate Social Responsibility (CSR)  berupa aliran listrik selama 24 jam gratis dari Pabrik Suayap ke tempat kami di Dusun Suayap," jelas Yusmansah. 

Terpisah, Plt GM Plasma CBI Group Sucipto menjelaska tujuan perusahaan menjalin kemitraan dengan para petani tersebut.

"Kami ingin masyarakat sekitar perusahaan juga ikut merasakan dan ikut terlibat dalam  perusahaan. Caranya dengan bekerja di perusahaan sesuai dengan kemampuannya. Kemitraan ini juga bagian dari hal itu," jelas Sucipto.(WAHYU KRIDA/B-11)