PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah melalui UPT Museum Balanga menggelar pelatihan perawatan guci, topeng dan piring malawen. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 14-16 September 2020.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan. Pada kesempatan itu hadir Kepala Disparbudpora Kota Palangka Raya diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Murni Pelita didampingi oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Martiana Winarsih.

Selain itu hadir juga Akademisi dari UPR, Para pejabat Eselon III dan IV, Kepala UPT di Lingkungan Disbudpar Provinsi Kalteng, para narasumber, perwakilan komunitas, tokoh masyarakat, perwakilan BEM serta perwakilan pelajar SMA.

Guntur Talajan mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai program pemerintah pusat dan daerah agar masyarakat maupun pelajar, mahasiswa, komunitas dan budayawan lebih mencintai budaya dan sejarah Kalteng serta menunjang pengembangan pelestarian sejarah budaya.

"Dengan dilaksanakan perawatan guci, topeng dan piring malawen diharapkan agar kedepannya para pelajar, mahasiswa dan masyarakat Kalteng mampu meningkatkan kecintaan terhadap Museum yang menjadi tempat edukasi pembelajaran untuk menumbuh kembangkan nilai sejarah dan budaya bangsa yang tergambar dalam benda sejarah," ucapnya.

--page

Sementara itu, Kepala UPT Museum Balanga, Hasanudin selaku Ketua Panitia Penyelenggara dalam laporannya menyebutkan bahwa melalui kegiatan ini dapat menumbuhkembangkan kecintaan generasi muda terhadap benda bersejarah warisan budaya yang ada di Kalteng.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pemaparan dari 3 orang narasumber berkompeten pada bidangnya. Narasumber pertama yakni Kiwok Rampai menyampaikan materi tentang asal-usul guci. Sedangkan Rabiadi menyampaikan materi tentang fungsi dan pemanfaatan guci di zaman dulu dan zaman modern.

Kemudian Bernadus Letlora menyampaikan materi mekanisme dan praktek perawatan guci. (HENDRI/B-7)