BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah beberapa hari tidak diketahui keberadaannya, akhirnya anak berkebutuhan khusus berusia 9 tahun yang hilang sejak Jumat, 11 September 2020 ditemukan pada Selasa, 15 September 2020 sekitar pukul 09.25 WIB.
Plt Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Tengku Alisjahbana menjelaskan, dari laporan sementara anggota BPBD Kobar yang ikut tim pencarian, bocah tersebut ditemukan oleh pemilik sebuah kebun sawit yang lokasinya masuk sekitar 5 km dari badan Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Km 3.
"Bocah tersebut ditemukan oleh Muhran, saat ia bekerja di kebun sawit miliknya. Saat bekerja, ia mendengar ada teriakan anak kecil. Untuk itulah ia bergegas mendekati asal suara dan menemukan seorang bocah laki-laki terduduk di bawah pohon," jelas Tengku Alisjahbana.
Tengku Alisjahbana melanjutkan, saat ditemukan, bocah lelaki tersebut dalam kondisi tidak berpakaian dan tubuhnya sedikit lemah.
"Bocah tersebut juga diketahui tidak bisa berjalan karena kaki dan tangannya terkena duri. Lokasi ditemukannya berjarak sekitar 1,2 km dari pondok yang ditempati bersama ibunya beberapa hari lalu sebelum hilang," jelasnya.
--page
Dia menambahkan, pasca-menemukan bocah tersebut, Muhran menggendong dan membawanya menggunakan motor menuju lokasi berkumpulnya tim pencarian.
"Muhran menanyakan apakah benar ini adalah bocah yang beberapa hari lalu hilang? Melihat bocah tersebut, tim mengiyakan dan segera memberikan minum, makan, pertolongan medis darurat," ungkapnya.
Rencananya, tim pencari gabungan dari Pos SAR Pangkalan Bun, BPBD, Tagana dan PMI Kobar akan membawa bocah tersebut ke rumah kerabatnya di Kelurahan Raja.
"Menurut anggota tim di lapangan saat ini mereka sedang bersiap membawanya. Syukurlah akhirnya anak yang hilang tersebut bisa ditemukan dalam kondisi selamat," tutur Tengku Alisjahbana. (WAHYU KRIDA/B-7)








