BORNEONEWS, Sukamara - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara terus memantau kerawanan banjir di daerah ini, guna mencegah hal yang tidak diinginkan sejak dini.
"Di Desa Nibung Terjun terjadi genangan air akibat luapan sungai saat hujan dengan intensitas tinggi, namun tidak lama, air kembali surut," kata Kepala BPBD Sukamara, Syarif Hidayat, Selasa, 15 September 2020.
Dia mengatakan, desa tersebut memang rawan banjir karena wilayahnya yang dekat dengan aliran sungai yang tidak memiliki saluran pembuangan.
"Saat terjadi hujan, maka air yang ada di sungai tersebut meluap dan menggenang permukiman warga. Tapi ini tidak berlangsung lama," ujar Syarif.
Untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut, maka perlu dibuat sungai kecil atau terusan sungai yang lebih besar, sehingga saat hujan deras air tidak mudah meluap.
--page
"Alhamdulillah, selama ini genangan yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian, atau kerusakan yang parah," tutur Syatif Hidayat.(NORHASANAH/B-11)








