SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Manajer PT PLN Unit Layanan Pelanggan Sampit, Deddy Noveyusa mengingatkan seluruh masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang daerahnya terdampak banjir, agar selalu waspada terhadap bahayanya listrik. 

"Kami sudah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat akan bahaya listrik di tengah banjir. Kami harap mereka memperhatikan itu," ujar Deddy, Rabu, 16 September 2020. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian pihaknya karena bahaya listrik sangat rawan terjadi saat banjir. Dikhawatirkan masih ada aliran listrik yang bisa membahayakan masyarakat. 

Untuk menghindari hal tersebut, warga diminta mematikan instalasi listrik di dalam rumah. Begitu juga dengan peralatan elektronik yang masih terhubung stop kontak juga harus dicabut. Karena dikhawatirkan masih menyimpan daya listrik. 

"Barang elektronik juga harus disimpan di tempat yang tinggi agar tidak terendam air dan rusak," kata Deddy. 

--page

Dia mempersilahkan untuk menghubungi PLN jika aliran listrik yang terkena banjir tidak padam. Saat ini, belasan desa tersebar di 5 kecamatan di kawasan utara sedang dilanda banjir. Banjir yang terjadi sejak pekan lalu tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu karena ketinggalan bervariasi, yakni 50 cm hingga 1 meter. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)