SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketinggian banjir di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencapai hampir 2 meter. Meski begitu, warga setempat belum ada yang mengungsi. 

"Ketinggian banjir dari di bawah 1 meter hingga sekitar 2 meter. Namun warga masih tinggal di rumah mereka," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Roni Paslah, Kamis, 17 September 2020. 

Kondisi banjir di beberapa titik daerah tersebut mengalami peningkatan debit airnya. Tetapi, hal itu tidak membuat masyarakat mengungsi. Sebab, kebanyakan bentuk bangunan rumah mereka tinggi dan berlantai 2.

"Kebanyakan rumah warga tinggi. Sehingga, walaupun sudah masuk air, namun mereka masih bisa istirahat di meja atau panggung yang sudah mereka siapkan di rumah tersebut," kata Roni. 

Banjir di kecamatan tersebut melanda 8 desa dan 1 kelurahan. Data sementara, rumah warga yang terendam banjir mencapai 1.842 unit.

--page

Banjir yang terjadi di wilayah tersebut setelah debit air mnaik akibat kiriman dari wilayah Antang Kalang. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)