BORNEONEWS, Sampit - Lebih dari 3.000 kepala keluarga (KK) di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi korban terdampak banjir.
"Itu dari dari 3 kecamatan di wilayah utara. Sedangkan 1 kecamatan lain yang terdampak masih disusun," kata Kabid Kedarurtan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Yephi Hartadi, Kamis, 17 September 2020.
Adapun 3 kecamatan yang sudah mulai terdata jumlah KK terdampak itu yakni Kecamatan Antang Kalang, Mentaya Hulu, dan Telaga Antang. Sedangkan untuk Kecamatan Bukit Santuai masih menunggu data dari pihak kecamatan.
BPBD akan segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban. Bantuan akan disalurkan melalui kecamatan untuk dibagikan kepada masyarakat.
"Bantuan akan segera kami salurkan, karena saat ini status tanggap darurat banjir sudah ditetapkan," kata Yephi.
--page
Sementara, ketinggian banjir sudah mulai masuk ke dalam rumah warga. Bahkan ada yang sudah mencapai 50 cm di dalam rumahnya. Sedangkan dari permukaan, rata-rata tingginya hingga bahu orang dewasa.
"Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan, banjir sudah mulai surut," harap Yephi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








