BORNEONEWS, Sampit - Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi menjadi salah satu wilayah yang berpotensi diterjang banjir. Pasalnya, saat ini banjir sudah melanda 4 kecamatan di wilayah utara.
"Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jika banjir sudah mulai surut di wilayah utara, maka akan muncul banjir di Kecamatan Kota Besi, terutama Desa Hanjalipan," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Yephi Hartadi, Kamis, 17 September 2020.
Hal itu terjadi karena Desa Hanjalipan tersebut berada di tepi Sungai Mentaya, dan berdekatan dengan pertemuan antara Sungai Tualan dan Sungai Mentaya. Saat air sudah turun antara dua sungai tersebut, maka akan menumpuk di desa tersebut.
"Inilah yang juga menjadi perhatian kami selain banjir di wilayah utara," kata Yephi.
Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan tersebut, pihaknya meminta kepada masyarakat Desa Hanjalipan untuk terus waspada.
--page
Sementara, saat ini banjir terjadi di Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, dan Mentaya Hulu. Ketinggian air yang merendam sejumlah desa tersebut yakni dari 50 cm hingga 2 meter. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








