BORNEONEWS, Buntok – Aparat Kepolisian Polres Barito Selatan menembak tiga orang perampas kotak suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.
Penembakan ini diperagakan pada simulasi sistem pengamanan kota atau Sispamkota, di depan Kantor KPU, Kamis 17 September 2020.
Pantauan Borneonews, penembakan ini dilakukan setelah tiga orang tak dikenal menggunakan senjata api tiba-tiba menghadang mobil pickup yang membawa logistik serta merampas kotak suara.
Dalam kejadian ini polisi yang mengawal logistik berhasil melumpuhkan salah satu pelaku, namun salah satu anggota polisi tertembak karena mempertahankan logistik pemilu.
Tidak lama kemudian polisi berhasil mengepung tempat persembunyian para pelaku dan berhasil melumpuhkannya dengan tembakan.
--page
Sebelumnya simulasi ini diawali dengan skenario protes puluhan orang pendukung fanatik salah satu pasangan calon mendatangi KPU melakukan protes terhadap keputusan paslon mereka tidak lulus persyaratan adminitrasi menjadi calon.
Kerusuhan juga terjadi pada saat salah satu paslon menuju tempat kampanye sebelum sampai dihadang ratusan massa ditengah jalan.
Maka terjadi kerusuhan anarkis, sehingga peleton pengurai massa merupakan pleton khusus atas perintah satuan Dalmas melakukan pengamanan dengan menembakkan gas air mata dan water cannon.
Berkat kesigapan petugas akhirnya massa berhasil diredam oleh petugas dan kondisi kembali aman.
Kapolres Barsel AKBP Devy Firmansyah mengatakan Sispamkota ini telah beberapa kali dilaksanakan secara parsial.
--page
“Tujuan simulasi ini untuk melatih anggota menghadapi kemungkinan-kemungkinan pada saat pilkada seperti kasus dalam simulasi tadi,” katanya
Dia berharap jangan sampai dalam Pilgub Kalteng mendatang terjadi seperti dalam simulasi ini. Dengan harapan semua kondusif dan tidak terjadi unjuk rasa dan lain sebagainya.
Dalam simulasi ini dihadiri Wadir Polairud Polda kalteng AKBP Handoyo Santoso. (URIUTU DJAPER/B-6)








