BORNEONEWS, Puruk Cahu - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Murung Raya (Mura) secara resmi menutup operasional posko pemeriksaan di akses pintu masuk jalur darat ke dalam maupun ke luar Kota Puruk Cahu.
Penutupan posko pemeriksaan yang sudah selama beberapa bulan beroperasi tersebut dilakukan Gugus Tugas dengan beberapa pertimbangan terkait dengan kondisi dan metode penanganan Covid-19 yang semakin diperbaharui.
Bupati Murung Raya Perdie M Yoseph, Kamis, 17 September 2020 mengatakan, penutupan posko dilakukan dengan beberapa pertimbangan, salah satunya efisiensi dan efektivitas dan relevansi terkait dengan kondisi saat ini.
Namun Bupati memastikan penutupan pokso jangan diartikan baha Mura sudah aman dari sebaran Covid-19 sehingga membat masyarakat menjadi mengabaikan ketentuan ketentuan terkait dengan protocol kesehatan.
“Penutupan posko pemeriksaan bukan berarti gugus tugas mengurangi upaya penanganan, namun dilakukan metode lain untuk memutus mata rantai penyebaran yang ditingkatkan lebih komperhensif lagi, seperti upaya sosialisasi protocol kesehatan, penagakan disiplin di masyarakat, tracking dan screaning dan juga peningkatan ekonomi,” kata Bupati.
--page
Selain itu, Bupati juga menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Mura bberada di posisi keenam se Kalteng terkait dengan jumlah kasus covid-19 dari kompilasi data sejak awal lalu.
Namun kondisi demikian tidak mengendurkan upaya antisipasi dan penanganan namun sebagai pemicu untuk kejera lebih keras lagi dengan metode metode yang tepat dalam penanganan Covid-19 di Mura seperti yang dilakukan selama ini.
Selain itu, Bupati menjelaskan baha saat ini enggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Mura masih cukup dan memadai hingga desember atau akhir tahun nanti, baik itu sis kesehatan, ekonomi, sosial dan juga pendidikan.
“Pemerintah akan memaksimalkan anggaran yang ada dan cukup memadai ini untuk secara optimal mutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dan Pemerintah selalu siap dalam mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi bbaik secara anggaran maupun SDM,” jelasnya.
Bupati berharap seluruh komponen masyarakat berkomiten untuk bersama sama berusaha dan berdoa agar Covid-19 bisa usai di Kabupaten Mura dan di Indonesia, karena Gugus Tugas tidak mampu apabila bekerja sendiri tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat. (TRISNO/B-5)








