BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Gerakan Bersih Sungai Seruyan dalam rangka Hari Sungai Sedunia yang dimulai sejak 25 Agustus lalu hingga kini mampu mengumpulkan 13 ton lebih sampah.
Proses pengumpulan sampah dari Sungai Seruyan ini dimulai dari Desa Ulak Batu, Kecamatan Danau Sembuluh hingga Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir.
“Gerakan ini sebagai wujud sinergitas antara Pemkab Seruyan dan PT Rimba Raya Conservation dalam mewujudkan Sungai Seruyan bersih dan bebas dari sampah,” kata General Manager PT Rimba Raya Conservation, Febrasius, Jumat, 18 September 2020.
Untuk tahun ini, kegiatan serupa dilaksanakan dengan menggandeng Balai Taman Nasional Tanjung Puting dan Orangutan Foundation. Mereka berkolaborasi mewujudkan masyarakat berdaya, hutan sehat, dan iklim terjaga.
“Sejak dicanangkan hingga acara puncak hari ini, kegiatan ini, telah berjalan dengan baik. Hal ini karena besarnya semangat seluruh masyarakat untuk mengambil peran menciptakan sungai yang lebih bersih,” katanya.
--page
Awalnya kegiatan itu menargetkan 8 ton sampah pada 11 desa dan 2 kelurahan. Namun terealisasi sebanyak 13.812 kilogram atau 13 ton lebih.
Sampah diangkut dari sekitar Sungai Seruyan. Dan proses pengumpulan maupun pemilihan berlangsung selama 4 minggu, dengan melibatkan 1.000 masyarakat. (FAHRUL/B-11)








