BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Utara, HM Yusi Abdhian menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 6,7 juta kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Babussalam, Desa Jambu, Kecamatan Teweh Baru.
Penyerahan bantuan tersebut merupakan hasil sumbangan dari ASN Kemenag Barito Utara yang dikoordinir Seksi Pendidikan Madrasah. Dalam penyerahan bantuan, Kepala Kantor Kemenag Barito Utara Barito Utara didampingi Kasi Pendidikan Madrasah dan Kasubag TU.
Yusi Abdhian mengatakan, MI Babussalam memang masih memiliki kekurangan dalam hal sarana dan prasarana (sarpras), khususnya terkait lokal atau ruang kelas. Oleh karena itu, dia berharap bantuan dana tersebut dapat bermanfaat dalam membantu madrasah untuk memenuhi kebutuhan siswa dan siswi dalam mendukung proses pembelajaran.
"Dengan bantuan sedikit ini, mudah-mudahan dapat memotivasi pihak yayasan agar tetap bersemangat dalam meningkatkan pendidikan agama di wilayah Desa Jambu," ujar Yusi Abdhian, Sabtu 19 September 2020.
Dirinya menilai, keterbatasan sarana dan prasarana di madrasah swasta harus menjadi perhatian serius dan prioritas oleh pemerintah. Oleh karena itu ia berharap agar pihak yayasan selalu proaktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat, daerah maupun pihak-pihak terkait demi pengembangan madrasah ini lebih maju.
--page
"Menjadi kewajiban pemerintah daerah membantu dan memfasilitasi sarana dan prasarana peningkatan mutu pendidikan di wilayah kabupaten Barito Utara khususnya pendidikan agama," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Babussalam, H Ahmad Karyadi saat menerima bantuan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Utara terhadap pengembangan madrasah yang dikelolanya.
Menurutnya dengan adanya perhatian dari Kemenag Barito Utara pihaknya merasa termotivasi dan semangat untuk meningkatkan dan mengembangan madrasah lebih maju, madrasah hebat dan bermartabat.
"Dengan adanya perhatian seperti ini, menandakan betapa partisipasi pemerintah dan masyarakat luar biasa untuk kemajuan madrasah,” kata Ahmad Karyadi. (RAMADHANI/B-7)








