BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, M Abadi menyebut, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan diperkirakan akan meningkat.
Itu terjadi, kata dia, seiring dengan kondisi cuaca belakangan ini semakin panas dan rawan membuat kering semak belukar di lahan kosong.
“Dengan cuaca yang begitu panas ini sangat rentan membuat lahan-lahan kosong menjadi terbakar. Karena panas luar biasa ini membuat gambut cepat kering dan sedikit saja kena api maka akan terbakar," kata Abadi, Senin, 21 September 2020.
Menurutnya, di tengah kondisi pemerintah sedang fokus penanganan Covid-19, di saat itu juga harus bersiap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Meski begitu, Abadi memperkirakan kebakaran hutan dan lahan tahun ini tidak separah tahun sebelumnya. Apalagi sudah masuk ke penghujung tahun sudah masuk dalam fasi musim penghujan.
--page
Dirinya berharap bulan Oktober sudah masuk dalam musim penghujan. Sehingga tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan dalam skala yang luas dan panjang. (NACO/B-7)








