PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya dan sekitarnya diguyur hujan lebat selama beberapa jam pada Senin malam 21 September 2029. Alhasil, sejumlah lokasi kawasan permukiman yang tidak memiliki saluran drainase layak tergenang hingga setinggi 30 sentimeter.

Malam itu juga Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin didampingi Kepala Dinas PUPR Arbert Tombak dan Kepala Dinas Perkimtan Imbang Triatmaji langsung turun melihat titik genangan air yang menjadi laporan masyarakat.

Adapun titik yang ditinjau antara lain bilangan Jalan Beliang, Jalan Rajawali, Jalan G Obos XII dan Jalan Temanggung Tilung. Pada kesempatan itu juga, dirinya langsung bertemu dengan masyarakat sekitar untuk mendengar bagaimana keluhan masyarakat atas terjadinya genangan air tersebut.

"Sudah kita tinjau titik-titik yang dalam laporan tergenang air, tapi saat kita datang sudah surut kembali. Sekalian juga kami melihat wilayah yang menjadi langganan genangan air serta memantau kondisi drainase yang ada saat ini," ujar Fairid.

Adapun yang menjadi penyebab tergenangnya kawasan tersebut, sangat bervariasi. Mulai dari adanya sedimentasi tanah dan lumpur yang menyebabkan pendangkalan drainase, kemudian tersumbat sampah, tertutup bangunan masyarakat, bahkan ada beberapa wilayah yang belum memiliki saluran drainase.

--page


"Kepada masyarakat, kami berharap kesabarannya. Sebab pembangunan drainase serta normalisasi saluran air perkotaan terus kami laksanakan. Program swakelola juga terus berjalan," pungkasnya. (HENDRI/B-5)