BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo menyarankan agar dilakukan tes urine terhadap sopir truk yang mengemudi secara ugal-ugalan.
Dia menyampaikan hal itu karena melihat adanya oknum sopir truk seperti CPO yang melintas kebanyakan ugal-ugalan. Semestinya, kata dia, tidak memacu kendaraan di tengah kota dengan kecepatan tinggi.
“Saya minta agar sopir truk CPO ini rutin diperiksa, saya pernah menemui jalur yang sempit dalam kota malah main selip-selipan sesama truk," kata Handoyo, Selasa, 22 September 2020.
Menurutnya, pengawasan untuk sopir ini untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa darat sekaligus meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Dia juga menyarankan, apabila ada yang ditemukan membawa kendaraan di bawah pengaruh obat terlarang atau mabuk, hendaknya langsung ditindak tegas dan mencabut izin mengemudinya.
--page
"Dishub dan Satlantas agar bisa bertindak tegas dengan hal ini, karena semacam itu rawan menimbulkan kecelakaan," tandasnya.
Handoyo menyebutkan lalu lintas di dalam kota yang padat ini memang karena angkutan besar itu dizinkan masuk lantaran tidak ada jalan alternatif lainnya. Mestinya, tambah dia, pemerintah provinsi segera menuntaskan pembangunan jalan lingkar selatan agar kendaraan besar tidak masuk ke kota. (NACO/B-7)








