BORNEONEWS, Palangka Raya - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya menyosialisasikan protokol kesehatan dengan menggunakan tiga bahasa. Di antaranya bahasa Indonesia, bahasa Dayak Ngaju dan bahasa Banjar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan mengatakan, ide tersebut diinisiasi oleh anggotanya yang tergabung dalam Satgas Covid-19.
Menurut dia, sosialiasi dalam tiga bahasa tersebut lebih mudah dipahami masyarakat bahkan mampu menjangkau semua kalangan. Termasuk warga yang kurang mampu memahami bahasa selain bahasa lokal.
"Kita harus pahami juga bahwa masih ada warga kita yang tidak mengerti bahasa lain selain bahasa ibu. Oleh sebab itu perlu ide untuk menyampaikan dengan cara yang benar," kata Alman, Rabu 23 September 2020.
Selain itu sosialisasi dengan menggunakan bahasa lokal lebih dapat diterima oleh masyarakat. Alasannya bahasa yang digunakan dianggap erat kaitanya dengan rasa kekeluargaan.
--page
"Cara yang humanis salah satunya dengan mendekatkan diri melalui penggunaan bahasa. Kalau kita satu bahasa maka lebih mudah diterima dan pastinya mudah dipahami apa yang ingin kita sampaikan," ujarnya.
Sosialisasi dilaksanakan dengan cara berkeliling menggunakan kendaraan patroli ke wilayah permukiman maupun di Jalan Raya sambil menyuarakannya menggunakan speaker. (HENDRI/B-7)








