BORNEONEWS, Palangka Raya - Inflasi Kalimantan Tengah pada bulan Agustus relatif rendah dan stabil, secara tahunan. Sementara realisasi pendapatan maupun belanja Pemerintah Daerah lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang dalam Diseminasi Perkembangan Ekonomi Terkini Provinsi Kalimantan Tengah via zoom, Rabu siang, 23 September 2020.
"Inflasi Kalimantan Tengah pada bulan Agustus relatif rendah dan stabil disebabkan oleh deflasi bensin dan komoditas bahan makanan, khususnya cabai rawit, udang basah, dan ikan nila," kata Yudo.
Secara bulanan, lanjut Yudo lagi, Kalteng mengalami deflasi pada bulan Agustus, disebabkan menurunnya harga komoditas bahan makanan khususnya daging ayam ras.
"Sementara realisasi pendapatan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tercatat sebesar 43,30%, lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 48,03%," terang Yudo.
--page
Rendahnya realisasi pendapatan transfer dan pendapatan asli daerah khususnya pajak daerah inilah yang menjadi penyebab melambatnya realisasi pendapatan.
"Realisasi belanja Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah tercatat sebesar 29,58%, lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 31,04%," tutur Yudo lagi.
Rendahnya belanja operasi dan belanja modal juga menjadi penyebab melambatnya realisasi belanja. (TESTI PRISCILLA/B-11)








