BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja yang melambat namun perbaikan ekonomi mulai terindikasi memasuki paruh kedua tahun 2020.
"Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 terkontraksi sebesar 5,32% (yoy), turun dibandingkan dengan pencapaian kinerja pada triwulan I 2020 yaitu sebesar 2,97% (yoy)," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Rihando saat membuka Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah Dengan Tema Peran Program Strategis Nasional Food Estate Terhadap Perekonomian Kalimantan Tengah Dan Nasional via zoom pada Rabu, 23 September 2020 siang.
Permintaan ini menurut Rihando disebabkan oleh penurunan komponen konsumsi rumah tangga dan lapangan usaha pertanian dan industri pengolahan sebagai salah satu komponen penopang utama perekonomian di Provinsi Kalimantan Tengah.
"Namun demikian, pertumbuhan ekonomi pada Semester II 2020 diprakirakan membaik didorong kenaikan permintaan domestik yang sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi," tuturnya.
Perbaikan ini menurutnya terindikasi dari penjualan eceran yang berada pada tren perbaikan terutama untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau, penggunaan e-commerce yang tumbuh positif sejalan dengan massive-nya penggunaan media digital pada masa PSBB, dan Pemulihan konsumsi yang didukung oleh optimisme konsumen.
--page
"Selanjutnya, marilah kita bersama-sama mendorong realisasi belanja pemerintah dalam upaya membantu menstimulus perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah di antaranya melalui mempercepat realisasi bantuan sosial tunai maupun non tunai," tambah Rihando.
Stimulus lainnya juga menurut Rihando ialah dengan mempercepat realisasi pencairan dana penanganan Covid-19, mempercepat administrasi pelelangan tender proyek, mempercepat realisasi Dana Desa (DD) melalui peningkatan peran pendamping di desa dan para perangkat desa dalam memanfaatkan DD.
"Sementara itu, laju inflasi Kaltengtercatat relatif rendah dan stabil yaitu sebesar 1,64% (yoy), program strategis pengendali harga yang efektif dan koordinasi yang solid antar instansi terkait disinyalir menjadi penyebab terkendalinya inflasi Kalteng hingga akhir triwulan II 2020. Dapat kami sampaikan, dalam melakukan pengendalian inflasi di wilayahnya, TPID di Kalteng terus melakukan pertemuan rutin untuk mengkaji pencapaian kegiatan TPID pada periode sebelumnya dan merumuskan rencana kegiatan TPID pada periode kedepan sehingga program kegiatan yang dijalankan tepat sasaran," paparnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








