BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kabupaten Kapuas mensosialisasikan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) III tahun pelaksanaan 2021.
Sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas PUPR-PKP setempat ini dihadiri dari Dinas PU Kalteng, dan peserta dari para kepala desa, camat, SOPD terkait, fasilitator PAMSIMAS, dan lainnya pada Kamis, 24 September 2020.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKP Kapuas, Teras mengatakan sosialisasi ini penting dilakukan karena di dalam pelaksanaan PAMSIMAS ada peran serta pemerintah desa penerima hingga masyarakatnya.
"Karena banyak yang harus dipersiapakan, dan itu peran serta pemeritnah desa harus siap. Karena nya kami imbau desa mempersiapkan syarat dari program ini," kata Teras, disela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menyebutkan tidak semua desa akan bisa menerima program ini, karena akan dilakukan seleksi, dan penentuannya ada pada pemerintah pusat nanti.
--page
"Kalau kita tidak beri edukasi itu mereka mundur, tapi kita kasih pengertian bagaimana mengalolasikan dana dan tenaga, sehingga bisa terlaksana," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya, Jonnie menambahkan dalam sosialisasi ini juga dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut berkolaborasi dengan sumber pembiayan lainnya.
"PAMSIMAS ini salah satu sumber pembiayaan untuk penyediaan air bersih dan minum bagi masyarakat kita. Jadi bukan satu-satunya sumber, karena disitu ada APBN, DAK, DD, dan Pamsimas," ucap Jonnie seusai kegiatan.
"Karena untuk penyediaan air minum dan sanitasi ini memerlukan investasi yang besar tidak cukup dari satu sumber pembiayaan ini yang harus kita kolaborasikan dengan pemerintah desa," lanjut dia.
Ia berharap dengan sosialisasi ini para peserta dalam hal ini pemerintah desa dapat mengerti visi dan misi program tersebut.
--page
"Supaya masyarakat ini paham programnya seperti apa, nanti ada tindak lanjutnya karena ini berkelanjutan sampai tahap eksekusi tahun 2021 nanti," jelasnya.
Adapun sementara ini, lanjut dia di dalam long list (daftar panjang) yang ada saat ini jumlah desa yang akan menerima program tersebut ada 26 desa tersebar di beberapa kecamatan yang memang siap.
"Nanti kita akan seleksi lagi sesuai dengan kemampuan dan syarat-syarat yang disampaikan program Pamsimas ini. Jadi, mungkin tidak semua desa bisa lolos seleksi, tapi juga tergantung kebijakan Pemda dan kekuatan APBD kita. Karena prinsipnya pusat ini menyediakan 80 persen dari sumber pembiayaan itu," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)








