PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah menyampaikan perkembangan ekonomi wilayah berjuluk Bumi Tambun Bungai ini dari segala sisi. Hal ini mengemuka dalam masa triwulan II tahun 2020.

Perkembangan ekonomi Kalteng ini disampaikan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang dalam Diseminasi Perkembangan Ekonomi Terkini Provinsi Kalimantan Tengah via zoom pada Rabu, 23 September 2020 siang.

"Pada sisi permintaan, melemahnya permintaan domestik menjadi penyebab terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Kalteng. Perekonomian Kalteng terkontraksi sebesar 3,15% (yoy) di triwulan II 2020, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,95% (yoy)," kata Yudo dalam paparannya.

Melemahnya permintaan domestik baik dari segi konsumsi dan investasi ini menurut Yudo menjadi penyebab melemahnya perekonomian dari sisi permintaan. Meskipun melemah, namun pertumbuhan Kalteng masih sedikit lebih baik dari regional Kalimantan pada umumnya.

"Hasil Survei Konsumen atau SK Bank Indonesia menunjukkan bahwa keyakinan konsumsi masyarakat relatif rendah di masa pandemi ini. Hasil survei konsumen BI Kalteng sampai dengan triwulan II 2020 menunjukkan penurunan Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK) yang tercatat sebesar 82,21, hal ini menggambarkan rendahnya keyakinan masyarakat dalam melakukan aktivitas konsumsi," kata Yudo lagi.

--page

Indeks Kondisi Ekonomi atau IKE, lanjutnya, mengalami penurunan paling dalam dan berada pada level 55,04.

"Pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap perekonomian menjadi penyebab rendahnya keyakinan konsumsi masyarakat Kalimantan Tengah saat ini. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Ke depan atau IEK menunjukkan angka yang cukup baik yakni 109,38, hal ini menjadi sinyal optimism masyarakat terhadap kondisi perekonomian ke depan," tuturnya lagi.

Namun hal ini menurutnya sangat bergantung kepada penanganan Covid-19 dari sisi penanganan kesehatan maupun ekonomi.

"Lalu dari sisi penawaran, melemahnya kinerja pertambangan, konstruksi, dan perdagangan menjadi penyebab kontraksi. Menurunnya kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian, lapangan usaha konstruksi, serta lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, menjadi faktor yang menahan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan II 2020," tuturnya.

Ketidakpastian perekonomian yang mempengaruhi produksi dan konsumsi pelaku usaha dan masyarakat menjadi penyebab menurunnya kinerja lapangan usaha di Kalteng.

Sementara ekspor LN Kalteng mengalami kontraksi sejalan dengan menurunnya volume perdagangan global. Berdasarkan data Bea Cukai pada triwulan II 2020, ekspor luar negeri atau LN Kalimantan Tengah mengalami penurunan dari sisi nominal maupun volumenya,

fenomena ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan permintaan dari negara mitra dagang terhadap komoditas ekspor dari Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/B-7)