BORNEONEWS, Sampit - Pilkada Kotawaringin Timur 2020 resmi diikuti 4 pasangan calon. Setelah ditetapkan dan mendapat nomor urut, 4 pasangan itu akan berebut kursi kemenangan.
Meski begitu, Ketua DPRD Kotim, Rinie Anderson mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi pelaksanaan pilkada damai tanpa ada permusuhan.
Ia juga berharap pilkada yang menjadi ajang mencari kepala daerah dan wakilnya, bukan menjadi ajang permusuhan antar pendukung.
"Mendukung boleh, pilihan boleh berbeda, tapi jangan saling bermusuhan,” kata Rinie, Kamis, 24 September 2020.
Ia mengakui, saat ini kondisi politik di tengah masyarakat tensinya terus meningkat. Perdebatan di media sosial bahkan saling hujat pun sudah mulai terjadi.
--page
Ia menekankan agar hal itu tidak berlanjut, karena rentan memantik reaksi keras antar pendukung. Sehingga didorong pendukung yang baik hendaknya tidak saling ngotot-ngototan.
"Kita mesti hargai pendapat dan pilihan masing-masing, kalau berbeda pilihan bukan berarti harus bermusuhan. Pilkada ini hanya sebentar saja tapi persaudaraan, persahabatan itu selamanya. Jangan ciderai dengan momentum pilkada yang dilaksankan lima tahun sekali ini,” tegas Politisi PDI Perjuangan ini.
Adapun Pilkada Kotim diikuti 4 paslon, nomor urut 1 merupakan pasangan Halikinnor - Irawati, nomor urut 2 Suprianti - Muhammad Arsyad, nomor urut 3 Taufiq Mukri - Supriadi, serta nomor urut 4 Muhammad Rudini - Samsudin.
Rinie menyebutkan empat paslon merupakan figur terbaik yang dimiliki daerah ini. Sehingga masyarakat hendaknya bisa memberikan pilihan kepada paslon itu pada 9 Desember 2020 mendatang. (NACO/B-11)








