BORNEONEWS, Sukamara - Program peternakan sapi Sukamara Ranch di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara akan melibatkan masyarakat setempat dalam bentuk plasma sapi. Ini sebagai bagian agar program Food Estate dengan pelibatan masyarakat setempat diharapkan berjalan dengan baik.
Sukamara Ranch Meneger, Petrus D Ndoa mengatakan bahwa untuk program plasma sapi direncanakan mulai dilakukan pada tahun depan, setelah melihat proses peternakan di wilayah tersebut.
"Diprogram kita itu akan ada plasma, untuk plasma sapi ini kita rencanakan tahun depan atau tahun kedua," kata Petrus D Ndoa saat diwawancara, Jumat, 25 September 2020.
Menurut dia, program tersebut juga dilakukan dengan melihat potensi yang ada wilayah sekitar, mengingat saat ini mayoritas warga sekitar masih berprofesi nelayan.
"Jadi warga yang ada di sana akan kita bina untuk bisa terlibat dalam plasma sapi, sehingga mereka di sana nanti bisa bekerja sebagai nelayan sambil memelihara ternak," ujarnya.
--page
Karena sebagai masyarakat pesisir juga sudah memiliki ternak, sehingga dalam proses pembimbingan juga akan lebih mudah, dan kegiatan akan dilakukan dengan sistem perkelompak.
"Masyarakat di sana juga memang mengharapkan adanya plasma," tukasnya.
Terkait rencana pengembangan peternakan di Sukamara direncanakan sampai akhir tahun 2020 akan dilepas lepas 3000 ekor sapi dari targer 20.000 ekor di lahan seluas 20 hektare di Desa Sungai Tabuk, Sungai Cabang Barat dan Sungai Damar.
Sementara itu, Bupati Sukamara Windu Subagio menyambut positif adanya investor peternakan sapi, Sukamara Ranch. Hal ini sejalan dengan program Food Estate, di mana kabupaten tersebut diarahkan untuk pengembangan peternakan sapi dengan melibatkan investor. (NORHASANAH/B-5)








