PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dewan Pers bersama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Webinar Literasi Pemberitaan dan Mencegah Berita Hoaks di Pilkada via zoom live pada Jumat, 25 September 2020.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber terkait seperti Staff Ahli Menteri Bidang Hukum pada Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof Henri Subiakto, Anggota Dewan Pers, Arif Zulkifli, Ketua PWI Kotawaringin Timur, Andri Rizky Agustian, serta Anggota KPI Kabupaten Kotawaringin Timur Divisi Hukum dan Pengawasan, Muhammad Rifqi Nasrulla.

Salah satu narasumber kegiatan, Prof Henri Subiakto mengatakan bahwa hoaks memang seringkali menjadi alat propaganda dan permainan politik.

"Hoaks sudah menjadi bagian dari political game di berbagai negara dan daerah. Bahkan hoaks sudah menjadi komoditas dan produsen hoaks menjadi usaha ekonomi politik," tutur Henri.

Menurutnya, hoaks ini diyakini bisa dipakai untuk mencapai tujuan demi mempengaruhi pikiran dan sikap politik. 

--page

"Semua orang bisa membuat hoaks dan juga bisa ikut menyebarkannya sehingga masyarakat menjadi terbiasa dengan hoaks. Terlebih lagi hoaks ini meningkat di saat ada agenda politik seperti saat ini," tuturnya sembari mengingatkan untuk bersama-sama mencegah hoaks karena dapat membuat suasana menjadi tidak kondusif. (TESTI PRISCILLA/B-7)