SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda wilayah Utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan pengaruh besar bagi masyarakat. Bahkan di 6 kecamatan yang dilanda banjir ada 15.886 jiwa yang terdampak. 

"Musibah banjir di Utara membuat 15.886 jiwa yang terdampak. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding pada banjir yang terjadi pada Mei 2020 lalu," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Senin, 28 September 2020. 

Jumlah korban banjir tersebut berada di 6 Kecamatan, dan 46 desa di Kotim. Yakni :

1. Kecamatan Antang Kalang, ada 11 desa dengan jumlah korban mencapai 2.202 jiwa. 

2. Kecamatan Telaga Antang, ada 10 desa, denhan jumlah korban terdampak 3.617 orang. 

--page

3. Kecamatan Mentaya Hulu, ada 16 desa, dan jumlah korban terdampak sebanyak 7.260 orang. 

4. Kecamatan Tualan Hulu yakni ada 4 desa, dengan jumlah 464 jiwa yang jadi korban. 

5. Kecamatan Bukit Santuai ada 3 desa yang direndam banjir, san membuat 643 jiwa yang jadi korban.

6. Kecamatan Kota Besi 1 desa, dan korbannya mencapai 1.700 jiawa. 

Saat ini, banjir di beberapa kecamatan sudah mulai surut. Namun potensi banjir susulan masih bisa saja terjadi. Karena dalam beberapa hari terakhir hujan masih sering melanda daerah ini. 

--page

"Masyarakat tetap waspada, dan kami juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi terjadinya musibah banjir," terang Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)