TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pembukaan jalan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) regular ke-109 Kodim 1012 Buntok di Desa Sibung, Kecamatan Raren Batuah, Barito Timur, mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Sasaran pokok dari kegiatan TMMD 109 tersebut pembukaan jalan serta pemasangan 3 gorong-gorong pipa beton dengan diameter 100 centimeter, sepanjang 8 meter. Proses pembangunan itu mempunyai cerita yang mengharukan,

Betapa tidak? Untuk membuka jalan penghubung antara Desa Sibung dan Dusun Layung Habang, warga tidak menjual lahan dan kebun karet, bahkan operator alat berat bekerja rela tak dibayar.

Warga justru sepakat untuk menghibahkan lahannya dan kebun karet milik mereka kepada Pemkab untuk dikerjakan melalui program TMMD.
Salah seorang warga Sibung, Siswanto mengatakan semua itu atas permintaan masyarakat.

"Tanah dan kebun karet peruntukan jalan yang dikerjakan Satgas TMMD ini adalah hasil hibah masyarakat semua," kata Siswanto kepada Bornoenews, Senin, 28 September 2020.

--page

Hal tersebut, lanjut dia, karena sebagai jalur alternatif memperpendek waktu tempuh menuju pusat kota yang sebelumnya 13 kilo meter, namun bila melalui jalan TMMD hanya 6 kilometer.

Sementara operator alat berat yang juga warga Sibung, Hardi mengatakan hal serupa yakni warga rela menghibahkan tanah dan kebun karet.

“Warga rela menghibahkan tanah dan kebun karet, saya juga siap bekerja membantu TNI tanpa dibayar. Karena ini semua untuk kemajuan desa kami,” ucap dia.

Dandim 1012 Buntok, Letkol Inf Dwi Tantomo mengaku terharu dengan semua bentuk dukungan masyarakat.

"Saya jadi terharu, bagaimana bisa masyarakat dengan sukarela tanpa ada suatu paksaan, untuk menghibahkan lahannya dan bahkan operator alat berat pun bekerja rela tak dibayar,” ucap Dandim.

--page

Menurutnya, dengan adanya kegiatan TMMD ini, masyarakat akan terbantu dalam segala aspek, baik infrastuktur, ekonomi dan waktu. Nantinya, secara ekonomis harganya akan semakin meningkat.

“Karena salah satu tujuan kita mengadakan TMMD, yakni untuk mempercepat pembangunan di daerah pedesaan, kawasan tertinggal dan daerah-daerah yang terisolir,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-7)