BORNEONEWS, Palangka Raya - Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum diketahui kapan akan berakhirnya. Oleh sebab itu, warga diingatkan harus bisa menyesuaikan diri untuk menghadapi sehingga aktivitas tetap dapat berlangsung.
"Kita harus menyesuaikan diri karena kita tidak tau kapan berakhir. Bisa besok, bisa satu bulan bahkan bisa bertahun-tahun ke depan. Kita menyesuaikan diri dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan," kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Senin 28 September 2020.
Sebagai upaya mendukung penyesuaian diri tersebut, Pemko telah menyiapkan pedoman adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19 dengan menerbitkan aturan terbaru yakni Perwali Nomor 26 Tahun 2020.
Menurut Fairid, ada beberapa sisi yang harus dijaga di tengah pandemi Covid-19. Yakni, sisi keselamatan dan kesehatan serta sisi ekonomi. Dengan penyesuaian diri semua sisi dapat berjalan dengan baik.
Pandemi Covid-19 juga menyebabkan semua perencanaan pembangunan tertunda akibat sisi penerimaan atau pendapatan sangat rendah. Kondisi ini tidak hanya menerpa di Kota Cantik
tetapi juga kabupaten dan kota lainnya di Indonesia.
--page
“Jadi di tahun 2020 ini, kondisi sangat berat sekali sehingga kita cukup sulit untuk melaksanakan program pembangunan yang akan dilaksanakan. Fokus kita saat ini masih terbagi bagaimana mengatasi pandemi Covid-19,” ucapnya.
Meski begitu, Fairid optimis di tahun 2021 kondisi akan jauh lebih baik karena masyarakat pun sudah bisa beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Di samping itu, para ahli farmasi juga diyakini sudah dapat menemukan obat untuk mengatasi virus tersebut. (HENDRI/B-7)








