BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai bentuk mendukung program ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar, menanam tanamaman pangan di lahan kosong di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di kawasan Tran Lingkungan Industri Kecil (LIK) Desa Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Berbahaya dan Beracun (PSLB3) M Robiannor mengatakan, di lahan TPA Tranlik Desa Pasir Panjang ini, memiliki luas lahan kurang lebih 30 hektar. Sementara 15 hektar sudah dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah dengan sistem sanitary landfill.
"Selain digunakan pengelolaan sampah, sebagian lahannya digunakan untuk edukasi. Saat ini lahan edukasi yang sudah digarap seluas 3000 meter persegi, kita gunakan untuk menanam tanaman pangan sekitar 3.000 benih jagung," ujarnya, Selasa, 29 September 2020.
Selanjutnya, selain tanaman jagung, pihaknya juga mendapat bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan berupa bibit terong dan cabe. Ditargetkan panen, selama 2 - 3 bulan.
"Pemanfaatan lahan ini juga sesuai intruksi Bupati Kobar dan Kadis DLH Kobar, berkaitan mendukung ketahanan pangan. Terlebih ditengah pandemi Covid-19," ungkapnya.
--page
Ditambahkannya, dalam pemupukan tanaman tersebut, pihaknya juga memanfaatkan pupuk kompos dari sampah organik yang diolah oleh pekerja di Translik TPA tersebut.
"Jadi kita lakukan siklus recycle, jadi sampah yang organik kita olah menjadi pupuk organik, kemudian kita aplikasikan di zona edukasi yang lahan ketahanan pangan itu," tuturnya.
Selain lahan tanaman pangan yang baru dibuka. DLH dalam hal ini juga mensejahterakan petugas yang ada di TPA. Dimana mereka diberdayakan untuk menanam pohon pisang dan juga ada kolam darat.
"Pekerja di TPA menanam pisang dan budidaya ikan nila. Semua itu hasilnya untuk mereka. Intinya untuk kembali lagi kesejahteraan dari petugas TPA dan juga untuk mendukung ketahanan pangan di Kobar," jelasnya.
Dalam pengelolaan lahan edukasi, pihaknya juga memberdayakan petuas TPA serta anak - anak sekolah yang sedang praktek, yaitu dari SMK N 3 Pangkalan Bun.
--page
"Dalam zona edukasi kita menerima anak-anak kaitan dengan praktek lapangan, kebetulan mereka basicnya berkaitan pertanian, jadi mereka mempraktekkan apa yang mereka dapat di pelajaran sekolah. Sekaligus ini bersinergis dengan dunia pendidikan," pungkasnya. (DANANG/B-5)








