PANGAKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat Kantor Desa Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kebanjiran, kegiatan pelayanan administrasi masyarakat terpaksa dialihkan sementara ke rumah pribadi Kepala Desa (Kades).

Sekretaris Desa Kumpai Batu Bawah, Pagon, Rabu, 30 September 2020 mengatakan, sudah lima hari perangkat desa mengalihkan tempat pelayanan di rumah Kades yang lokasinya tidak jauh dari kantor desa.

"Karena apapun kondisinya layanan masyarakat harus tetap dilakukan. Untuk tahun ini saja, desa kami sudah dua kali terendam banjir," jelas Pagon.

Menurut Pagon, walaupun dua hari terakhir ketinggian air mulai menurun, ia tetap khawatir debit air di daerah hulu sungai Lamandau kembali mengalami peningkatan. 

"Kali ini sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak banjir susulan. Walau demikian kami belum menerima satupun bantuan dari pemerintah. Padahal lahan pertanian sayur yang menjadi penghasilan pokok mayoritas warga terendam banjir," jelas Pagon.

--page

Pagon mengatakan, banjir yang terjadi di desanya tersebut sudah hampir sebulan ini menggenangi desanya.

"Air yang menggenangi desa kami ini merupakan luapan banjir dari daerah aliran sungai (DAS) Lamandau," tuturnya. (WAHYU KRIDA/B-7)