BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, Kota Palangka Raya berpotensi menjadi penopang ketahanan pangan untuk masyarakat Kalimantan Tengah.
"Walaupun sebagian besar lahannya terdiri dari tanah gambut dan rawa namun apabila dikelola dengan baik akan sangat mungkin menghasilkan produk pertanian pangan yang berkualitas," ucapnya.
Pernyataan itu disampaikan Dedi dalam pertemuan bersama Pemerintah Kota Palangka Raya di ruang rapat Peteng Karuhei I, Jumat 2 Oktober 2020.
Dalam pertemuan itu pihaknya membahas mengenai stratagi pertanian yang cocok untuk dikembangkan pada lahan gambut dan membahas upaya pengembangan SDM masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, menjelaskan dalam waktu 3 tahun luasan lahan yang akan dikembangkan untuk program ketahanan pangan yakni kurang lebih 164.598 hektar.
--page
Selama 2020-2022, kawasan tersebut masuk dalam program food estate pada lahan sawah eksisting yang ada di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Sementara, areal potensial seluas 85.456 hektar di kedua kabupaten itu juga akan dilakukan ekstensifikasi. (HENDRI/B-7)








