BORNEONEWS, Tamiang Layang - Jenazah Saripudin (52), warga Desa Dangu Kecamatan Ilung, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel yang ditemukan tewas di Desa Muara Plantau Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Minggu 4 Oktober 2020, telah dibawa pulang oleh keluarganya.
Dokter jaga RSUD Tamiang Layang, Listina Deasy saat dimintai keterangan mengungkapkan bahwa visum et repertum belum bisa dikeluarkan saat ini. Namun, dia menjelaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau pun luka pada tubuh korban.
"Mungkin dia punya penyakit ya, tapi hasil visumnya nanti satu minggu baru keluar," jelas Deasy di ruang UGD RSUD Tamiang Layang.
Menurut dia, dilihat dari kondisi jenazah, diperkirakan telah meninggal dunia sudah lebih dari 24 jam.
Sementara itu, Kapolsek Pematang Karau Ipda R Hakim melalui Kanit Reskrim Aiptu Suparjo menjelaskan bahwa korban ditemukan terapung di air dan dalam posisi telungkup.
"Jadi korban bersama 13 temannya datang ke lokasi sejak hari Sabtu pagi kemarin, kemudian mereka berpencar untuk memancing," ungkap Suparjo.
--page
Namun, lanjutnya, hingga malam hari saat mereka kembali berkumpul di tempat berkemah, korban tidak terlihat.
"Pagi tadi baru teman-teman kembali untuk mencari korban di tempat dia ditinggalkan kemarin serta menemukan korban sudah tewas tidak jauh dari peralatan memancingnya," jelas Suparjo.
Sebelumnya, Kapolsek Dusun Tengah, Iptu Nurheriyanto Hidayat turun langsung ke TKP bersama personel Polsek Dusun Tengah dan Relawan Samuja Sabila Mujahidin untuk mengevakuasi korban setelah mendapat laporan Kapospol Karusen Janang tentang penemuan mayat pada pukul 11.00 WIB.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tamiang Layang untuk dilakukan visum. (BOLE MALO/B-7)








